Melek Financial part 1 ---- ASURANSI

2:16 AM

Salah satu kebodohan saya yaitu telat belajar financial planning sebelum nikah. hasilnya adalah dana yang kita punya sebelum nikah jadi ga maksimal perkembangannya dan saya salah beli produk asuransi :(

sejak mengenal twitter gw kan jadi follow beberapa fiancial planner, nah merekan kan sering tweet tentang tips2 financial planning dari mulai belajar investasi, asuransi dan bikin planning keuangan. inilah gunanya twitter jadilah gw belajar dari situ. bahwa uang tuh mesti ada planningnya musti dikembangkan (baca investasi) supaya walaupun penghasilan kecil tapi dimanfaatkan maksimal atau penghasilan besar juga ga boros kemana2.
yaaa..pas baca telat deh gw baru baca 1,5 tahun setelah married...nah kesalahan-kesalah yang gw lakukan dengan financial planning yang pertama pada ASURANSI.
nah gw awal2 tuh ga ngerti macem-macem asuransi. Gak ngerti kalo asuransi jiwa itu untuk melindungi penghasil pendapatan di rumah. dan ini gak cuma asal punya asuransi tp uang dari asuransi jiwa itu kalo ampe penghasil pendapatan di rumah tidak ada diasumsikan bahwa uang pertanggungjawabannya akan mencukupi anggota keluarga yang ditinggalkan. kasarnya c uang pertanggungjawabannya bisa didepositoin dan anggota keluarganya bisa hidup dari bunga deposito. jadi kalo kebutuhan keluarga Rp 15.000.000/bulan dengan bunga deposito bersih sekitar 6% maka uang pertanggung jawabannya sekitar Rp 3M. nah asuransi jiwa ini ada macem-macem dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri, yaitu :
1. asuransi jiwa termlife
asuransi jiwa ini baru dibayarkan kalo yang tertanggung meninggal dunia. ada jangka waktu tertentu misalnya 10 atau 20 tahun.
keuntungannya preminya murah. kalo tertanggung berumur 30 thn tanpa merokok dan tanpa riwayat kesehatan yg buruk paling preminya unuk UP 4M sekitar 3jutaan
kerugianny aini yang suka orang gak mau ambil karena kalo tertanggung sehat selama masa asuransi maka uangnya gak keluar. tapi sebenernya ini untung yah kan berarti tertanggungnya umurnya panjang. walaupun kita dapet uang banyak tapi kehilangan orang yang disayang kan gak mau yah?
intinya asuransi ini adalah mencover resiko kehilangan kepala keluarga supaya kalo ninggalin anak istri, anak istriya ttp bisa hidup normal, bisa sekolah baik dan istrinya gak pelru kawin lagi.
2, asuransi jiwa wholelife
asuransi ini akan mencover tertanggung sampai usia 99 tahun kalo ga salah dan kalo tertanggung bisa hidup sampai lebih dari 99 tahun akan ada nilai tunai yg dibayarkan. jadi keluarga tertanggung atau tertanggung pasti akan mendapat nilai tunai.
tapi kerugiannya adalah nilai preminya yg lebih mahal sehingga uang pertanggungannya tidak maksimal dibanding nilai asuransi termlife.
3. asuransi jiwa(termlife/wholelife)+unitlink
ini nih yang jadi kontroversi dan gw punya 2 polis unit link ini. asuransi ini dibuat mungkin untuk mengiming2in ang tidak mau rugi enggak meninggal dan kehilangan nilai premi yang dibayar pada asuransi jiwa termlife. jadi asuransi ini ada nilai investasinya. selain membayar premi kita juga bayar nilai tertentu untuk investasi. kelihatannya bagus yah? tapi ternyata ada kerugiannya juga. karena investasi dalam unit link ini jadi tidak maksimal.
investasi dalam unitlink ini biasanya dimasukkan dalam perangkat reksadana, dimana kalo kita beli reksadana langsung itu biaya pembeliannya sekitar 0-2% sementara pad aunitlink biayanya bis amencapai 5% ini belum dipotong biaya2 asuransi lain2nya yg jumlahnya lumayan juga.
karena enggak melek asuransi beginian pas awal gw ditawarin gw ambil atas nama gw sendiri padahal gw kan belum berpenghasilan dan masih mengnadalkan suami. jadi kalo ada apa2 ma suami gw (jangan sampe ya Allah) dan gw gak mampu bayar bisa ilang nih .
keuntungannya mungkin kalo investasi kita bagus maka nilainya bisa mencukupi nilai remi dalam polis kita jadi kita bisa ga usah bayar premi tapi bisa mengandalkan nilai investasi kita.
yang g sayangkan dalam penjualan unitlink ini disekitar gw adalah cara jualan mereka, kita yang gak tahu asuransi dijelasin "kemungkinan" bagus2nya asuransi yg ditawaran yg sekarang kebanyakan jualan unitlink. asumsi kita (asumsi gw deh diawal) kalo ambil investasi lewat unitlink adalah nilai investasi kita akan dijamin aduuuh padahal namanya investasi ga akan ada yang jamin jadi kalo tempat reksadana kita ancur lebur ya udh nilai investasinya juga ancur lebur hanya nilai preminya aja jaminan kita ttp dapet manfaat asuransinya.

nah pelajaran yang gw ambil adalah :
1. beli asuransi untuk proteksi penghasil pendapatan dalam keluarga.ada baiknya ambil asuransi termlife aja supaya manfaat UPnya maksimal dan preminya kecil.
2. jangan asal punya asuransi tapi perhatikan manfaatnya, perhatikan nilai pertanggungjawabannya (UPnya). jangan ampe beli asuransi UPnya cuma 20 juta padahal kebutuhan keluarga perbulan 10juta misalnya. itumah cuma buat biaya tetekbengek doank, mending kalo hartanya banyak keluarga terjamin kalo enggak bisa bikin sengsara kan?
3. sebelum beli asuransi pelajari dulu asuransinya, penyakit2 apa yang ditanggung, berapa biaya asuransinya tiap tahun, kalo beli unitlink liat berapa persen alokasi premi tiap tahunnya, gimana prosedurnya kalo klaim etc.

nah itu pemahaman gw tentang asuransi sampai detik ini. mudah2an engak salah yaaa..

You Might Also Like

0 comments