Taxi oh Taxi

7:47 AM

taken from here

Kemarin Jakarta dihebohkan dengan demo para sopir taxi. Medsos pun heboh dengan postingan berbagai meme atau kekecewaan terhadap demo tersebut. Akhirnya malah banyak yang ga mau pake taxi lagi gara-gara demo hari ini. Berbagai analisa pun muncul. Berhubung saya orang awam yah saya menikmati aja berbagai analisa tersebut sambil berharap semoga semuanya dapat win win solution. Tidak dipungkiri kita mulai membutuhkan transportasi berbasis digital tapi akdang di saat kita tidak bisa mengakses aplikasi yang diperlukan, maka transportasi private pake cara tradisional pun diperlukan. Jadi aku pikir tetep lah ada saatnya kita membutuhkan salah satunya.




Kejadiaan demo taxi kemarin, membuat aku inget salah satu pengalaman naik taxi beberapa tahun lalu. Zaman masih kuliah itu cukup sering pake taxi dan masih ngerasa aman menggunakan taxi. Aku inget malam itu pulang naik taxi setelah ada keperluan di salah satu mall di daerah senen (pasti tahu deh mall apaan).  Kebetulan selalu percaya sama si taxi burung biru. Karena malam itu jalanan sudah lengang maka waktu tempuh senen ke kosan di daerah salemba lumayan cepat dan tarif yang ditagihkan Rp12.000,- aja. Pas sampai, aku bayar pake uang pecahan Rp 20.000,- tetapi kemudian bapaknya bilang maaf mbak saya gak punya kembalian. Ya sudah aku bilang "ambil aja semua pak". Dan respon bapak supir taxi tersebut malah "gpp mbak, ga usah bayar". Rada suprise juga yah ada sopir taxi bilang begitu. Bapak sopirnya selanjutnya bilang "Gpp mbak, kalau rejeki saya nanti pasti akan datang dari jalan yang lain". Super takjub ada sopir taxi macam begini. Jadi bikin hati hangat dan akhirnya aku turun sambil berdoa semoga rejeki bapak sopir semkain melimpah ruah. Karena zaman itu medsos belum segila sekarang jadi ga ada deh kepikiran buat memberi apresiasi sikap si bapak ke akun resmi perusahaannya.

So aku sih ga tahu kapan akan membutuhkan si taxi, karena suami overprotektif suka ga rela istrinya naik taxi sendirian. Tapi semoga keberadaannya tetap ada dan bisa lebih baik dan tentunya tetap ada bapak-bapak sopir yang baik hati yang ga takut rejekinya tertukar.

You Might Also Like

2 comments

  1. ya ampun kok ada ya sopir taxi baik banget gitu ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya arman baik banget sopirnya. dan mukanya emang ramah banget cuma waktu itu ga kepikiran buat inget namanya

      Delete